FaraFazira.com - Seorang novelis asal Prancis bernama George Sand mengatakan, �There is only one happiness in life: to love and be loved.� Sayangnya dalam sebuah hubungan, seseorang sering kali menuntut ingin dicintai namun lupa atau bahkan nggak tahu bagaimana caranya mencintai pasangan.
Kemampuan seseorang dalam mencintai orang lain dipengaruhi banyak hal. "Ketika perempuan ingin mendekati seseorang, pengalaman positif dan negatif yang pernah terjadi dalam hidupnya sangat berpengaruh. Bila pengalaman negatif lebih dominan biasanya orang tersebut akan memiliki self-esteem rendah dalam mencintai. Hal tadi membuat sebuah hubungan selalu diwarnai dengan pertikaian," ungkap Okky Asokawati yang merupakan lulusan jurusan Psikologi Universitas Indonesia ini. Untuk bisa menghiraukan pengalaman negatif yang dialami, seseorang haruslah mampu tumbuh dewasa dan nggak menyalahkan orang lain ataupun keadaan.
Bagi Okky, kemampuan perempuan dalam mencintai seseorang tak terlepas dari tiga tipe. Pertama tipe pasif atau masokhistis, perempuan yang cenderung devoted terhadap pasangan. "Apapun yang dikatakan suami, Si Istri pasti menurut untuk melakukannya," tuturnya. Kedua, tendens narsistis, perempuan yang senantiasa membela martabat Sang Suami di depan orang lain. "Meski sudah menjadi rahasia umum kalau Si Suami menebar cinta ke lain hati, Sang Istri akan tetap menjaga nama baik pasangannya di depan orang lain," ungkap Okky kembali. Tipe ketiga adalah keibuan. "Perempuan yang memiliki sifat edukasi yang kuat," tuturnya. Tiga tipe tadi harusnya dimiliki oleh seorang perempuan saat mencintai seseorang.
Selain mampu memiliki tiga tipe tadi, Okky juga percaya menyelami kepribadian pasangan menjadi hal lain yang sangat penting untuk diketahui agar nantinya kamu tahu cara bersikap terhadap pasanganmu, Fimelova. Biar lebih mudah mengetahui kepribadian pasangan, coba saja diperhatikan empat jenis tipe kepribadian yang ada pada umumnya.
Sanguinis misalnya, merupakan tipe orang yang gemar berbicara dan bercerita, memiliki ingatan kuat, pendengar yang baik, memiliki antusias yang tinggi akan sesuatu, penuh rasa ingin tahu dan mudah berteman. Melankolis lebih cenderung analitis, serius, tekun, jenius, dan terorganisasi. Selanjutnya, ada koleris yang berjiwa pemimpin, sangat memerlukan perubahan, berkemauan keras serta tegas, memiliki tujuan dalam melakukan segala hal, dan lebih suka menyendiri. Terakhir, tipe plegmatis yang selalu ingin berguna bagi orang lain, rendah hati, santai, sabar, pendiam, dan mampu mengendalikan diri. FYI, pada dasarnya setiap orang memiliki empat karakter yang disebutkan tadi dengan tingkat dominan yang berbeda-beda.